15 Drama Korea Bertemakan Penyakit dan Gangguan Medis

Drama Korea memiliki cakupan tema yang sangat luas. Tidak melulu soal percintaan atau persahabatan, drama Korea juga menyentuh tema-tema sulit dan sensitif tentang penyakit dan gangguan medis lainnya (diseases and disorders). Melalui riset yang cukup mendalam, beberapa drama Korea bisa mengangkat tema tentang bermacam penyakit, gangguan mental, penyakit langka, dan disabilitas, semuanya dijalin dengan sangat baik dan realistis.

Drama Korea Tentang Penyakit

Dalam artikel kali ini, kami akan mengajak kalian semua menyimak deretan drakor bagus yang mengangkat tema penyakit dan gangguan kesehatan.

===

Dissociative Identity Disorder (Gangguan mental berupa kepribadian ganda)

1. Kill Me, Heal Me

Kill Me, Heal Me

Jenis gangguan medis yang diangkat drama ini adalah Dissociative Identity Disorder (DID), sebuah gangguan kepribadian ganda yang dialami sang tokoh utama, Cha Do-hyun (Ji Sung). Ada tujuh karakter berbeda yang muncul dari diri Do-hyun. Dia juga mengalami hilang ingatan jika kepribadian yang lain menguasai tubuhnya. Setiap kepribadian memiliki karakter, usia, dan latar belakang yang berbeda-beda. Do-hyun mengembangkan gangguan itu semenjak kecil ketika dia mengalami kejadian traumatis. Semua kepribadian itu ada untuk melindungi dirinya dari bermacam bahaya.

2. Hyde, Jekyll, and Me

Hyde, Jekyll, and Me

Drama ini juga memiliki jenis gangguan medis yang sama dengan Kill Me, Heal Me, yaitu kepribadian ganda. Dalam cerita, Goo Seo-jin (Hyun Bin) memiliki satu kepribadian lain dari dirinya yang bernama Robin. Bila Seo-jin adalah orang yang dingin, temperamen, dan menjaga jarak, Robin sangat berseberangan dengannya. Dia adalah ‘orang’ yang selalu tersenyum, perhatian pada orang yang dicintainya, dan punya bakat sebagai penulis komik dan ahli menggambar. Karakter utama wanita jatuh cinta pada Robin, namun dia sulit menerima kenyataan bahwa Seo-jin dan Robin sebenarnya adalah orang yang sama.

Schizophrenia (Gangguan mental pada pikiran, persepsi, dan perilaku)

3. It’s Okay, It’s Love

It's Okay, It's Love

Jo In-sung berperan sebagai Jang Jae-yeol yang tampak memiliki kehidupan normal sebagai penulis novel misteri dan DJ radio. Dia selalu terlihat bercakap-cakap dengan seorang anak SMA bernama Han Kang-soo. Tampak normal kan? Tidak, karena sebenarnya Kang-soo hanya ada dalam pikiran Jae-yeol alias hanya halusinasinya saja. Kemampuan akting Jo In-sung dalam memerankan penderita schizophrenia layak mendapat acungan jempol. Orang yang mengalami gangguan schizophrenia tidak bisa membedakan antara ilusi dan halusinasi dengan realita. Tema ini pernah diangkat dengan baik di film Hollywood, A Beautiful Mind.

Alzheimer’s (Penyakit otak berupa hilangnya ingatan, disorientasi, ketidakstabilan emosi, dan lainnya)

4. Remember – War of the Son

Remember - War of the Son

Di awal, karakter utama Seo Jin-woo (Yoo Seung-ho) mengalami kondisi unik yang disebut hyperthymesia, yaitu kemampuan mengingat detail yang sangat ekstrim. Namun belakangan dia didiagnosa menderita penyakit yang sama dengan ayahnya, Alzheimer’s. Sedikit demi sedikit Jin-woo mulai kehilangan memorinya dan di akhir dia bahkan sudah tak bisa mengenali teman terdekatnya. Namun sebelum kondisinya semakin memburuk, dia ingin membuktikan bahwa ayahnya yang dituduh melakukan pembunuhan tidaklah bersalah.

5. Memory

Memory

Dalam melodrama Memory, Park Tae-suk (Lee Sung-min) adalah seorang pengacara yang diketahui menderita Alzheimer’s. Ketika Tae-suk tahu hal itu, langit seolah runtuh menimpa dirinya. Dia menunjukkan tanda-tanda hilangnya ingatan secara progresif, disorientasi, dan dia juga tak bisa mengontrol emosinya. Dengan kondisi yang terus memburuk itu, Tae-suk bertekad untuk melindungi keluarga dan cinta yang sangat berharga baginya.

NEXT

Be the first to comment

Komentarmu